Busana Muslim Anak dan Dewasa | Jubah | Gamis | Abaya | Artikel Islam
www.busanamuslimanak.com menyediakan bermacam-macam busana muslim untuk anak-anak dan dewasa
Login
Shopping Cart
shopping cart
News
14 Februari 2011
Antara Cinta Rosul & Maulid Nabi
Antara Cinta Rosul & Maulid Nabi detail

12 Februari 2011
Indahnya Berhias
Bagaimanakah tuntunan Islam dalam berhias? detail

6 Februari 2011
www.busanamuslimanak.com diluncurkan!
www.busanamuslimanak.com diluncurkan! detail

» index berita
Newsletter
Others
Others

»

#1 of 1 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow Pemimpin Yang Menepati Janji

Kisah ini diceritakan oleh Dukain bin Sa'id Ad-Darimi seorang penyair tersohor, dia berkata:

"Suatu ketika saya mendatangi Umar bin Abdul Aziz sewaktu masih menjadi gubernur Madinah, aku diberi hadiah 15 ekor onta pilihan.
Setelah berada di tanganku, aku memperhatikannya, aku merasa kagum melihatnya, aku menjadi khawatir membawanya pulang ke desaku seorang diri, sedang aku merasa sayang untuk menjualnya.
Ketika aku masih dalam kebingungan, beberapa kawan datang kepadaku. Mereka hendak kembali ke perkampunganku di Najad, maka aku menawarkan diri sebagai kawan perjalanan. Mereka berkata : "Silakan, kami akan berangkat malam ini, bersiap-siaplah untuk berangkat bersama kami."

Saya segera menjumpai Umar bin Abdul Aziz untuk berpamitan. Saat itu, ada dua orang tua yang tidak kukenal di majelisnya. Tatkala aku hendak beranjak pulang, gubernur Madinah itu menolh kepadaku lalu berkata : " Wahai Dukain, sesungguhnya aku memiliki ambisi besar. Bila kau dengar aku lebih jaya daripada keadaanku sekarang, datanglah, aku akan memberimu hadiah." Lalu aku berkata : Datangkanlah saksi untuk janji anda itu. "Beliau berkata: Allah adalah saksi yang paling baik. "Aku katakan : saya ingin saksi dari makhlukNya. "Beliau berkata : Baiklahkedua orang ini menjadi saksinya."

Lalu saya menhampiri salah satu dari kedua syaikh tersebut, lalu aku bertanya: siapakah nama Anda agar saya dapat mengenal Anda?"Syaikh itu menjawab:"Aku Salim bin Abdullah bin Umar bin Khathab." aku menoleh kepada Umar bin Abdul Aziz dan berkata: "saya setuju dan percaya  orang ini sebagai saksi."
Kemudian aku bertanya kepada Syaikh yang satunya: "Siapakah Anda?"Dia menjawab: Abu Yahya, pembantu Amir." Aku katakan "Saksi ini dari keluarganya, saya setuju." Kemudian aku mohon diri dengan membawa onta-onta itu ke kampung halamanku. Allah memberkahiku sampai aku bisa membeli onta dan budak-budak yang lebih banyak.

Hari bergulir terasa cepat. ketika aku berada di gurun falaj Yamamah, tibatiba datanglah berita wafatnya Amirul Mukminin Sulaiman Bin Abdul Malik. Aku bertanya kepada pemawa berita: Siapakah khalifah penggantinya?" Dia menjawab: "Umar bin Abdul Aziz."
Demi mendengar berita itu, aku bergegas berangkat menuju Syam. Di Damaskus aku bertemu dengan Jarir yang baru kembali dari tempat khalifah. Aku ucapkan salam kepadanya dan bertanya:" Darimanakah engkau wahai Abu Hazrah?"
Dia menjawab: "Dari khalifah yang pemurah kepada fakir miskin dan menolak para penyair. Sebaiknya Anda pulang saja karena itu lebih baik bagi Anda" (karena aku adalah penyair). Aku katakan:"Saya memiliki kepentingan yang berbeda dengan kepentingan Anda semua." Dia menjawab: Jika demikian terserah anda."

Aku terus menuju ke kediaman khalifah. ternyata beliau sedang berada di serambi, dikerumuni anak-anak yatim, para janda, dan orang-orang teraniaya. Ketika aku merasa tidak bisa menerobos ke kerumunan itu, akupun mengangkat suara:

" Wahai Umar nan bijak dan dermawan

Umar nan sarat pemberian

Aku orang Qathn dari suku Darim

Menagih hutang saudara yang dermawan

Ketika itu Abu yahya memperhatikanaku dengan seksama kemudian menoleh kepada Amirul Mukminun dan berkata:" Wahai Amirul Mukminun, saya adalah saksi dari orang dusun ini." Beliau berkata;"Au tahu itu. "Beliau menoleh kepadaku dan berkata: Mendekatlah wahai Dukain." Setelah aku berada di hadapannya, beliau berkata lagi: "Ingatkah engkau kata-kataku sewaktu berada di Madinah? Bahwa aku mempunyai ambisi besar dan menginginkan hal yang lebih besar dari apa yang sudah kumiliki." Aku katakan:" Benar wahai Amirul Mukminin."

"Sekarang aku telah mendapatkan yang tertinggi di dunia, yaitu kerajaan. Maka hatiku menginginkan sesuatu yang tertinggi di akhirat, yaitu surga dan berusaha meraih kejayaan berupa ridha Allah 'azza wa jalla. Bila para raja menggunakan kerjaannya sebagai jalan untuk mencapai kebahagiaan dunia, maka aku menjadikannya jalan untuk mencapai kehormatan di akhirat. wahai DUkain, aku tidak pernah menggelapkan harta muslimin walau satu dinar atau satu dirhampun sejak aku berkuasa disini. yang aku miliki tidak lebih dari 1000 dirham saja. Engkau boleh mengambil separuhnya dan tinggalkanlah separuhnya untukku."
Maka aku mengabil apa yang beliau berikan kepadaku. Demi Allah, belum pernah aku melihat uang yang lebih berkah dari pemberian itu.

Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kisah ini, semoga bermanfaat

Sumber: Disadur dari Buku "Mereka Adalah Para Tabi'in" oleh DR. ABDURRAHMAN RA'FAT BASYA

Information
Search
Search:
Pembayaran
BNI

no. rek.: 0314221833, a.n. WIDIA ALINA


BCA
No rek.: 0321670821, a.n. WIDIA ALINA
Mandiri
no. rek. : 1110006034116
a.n. Widia Alina
Bank Syariah Mandiri
No. Rek : 2110046213 a.n. ADRIAN
Western Union

© 2011 www.busanamuslimanak.com | email: admin@busanamuslimanak.com
Jl. Bahasa 42 J Gunung Pangilun, Padang, Sumatera Barat, Indonesia
Telp.  08126795642 /
 08982605727


Toko Online